Bantai Hongaria 4-0, Belgia Hadapi Wales di Perempatfinal

Penyerang Belgia, Eden Hazard, merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Hongaria di babak 16 besar Euro 2016. (reuters via thesun)
Penyerang Belgia, Eden Hazard, merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Hongaria di babak 16 besar Euro 2016. (reuters via thesun)

TOULOUSE – Bila skor 3-0 menggambarkan Jerman terlalu tangguh untuk Slovakia, maka generasi emas Belgia bisa disebut sangat superior bagi Hongaria. Terbukti Radja Nainggolan dkk membombardir gawang Hongaria yang dikawal Gabor Kiraly dengan empat gol tanpa balas dalam laga 16 besar Piala Eropa di Stadium Municipal, Toulouse, Prancis, Senin (27/6/2016) dinihari waktu Indonesia.

Inilah kemenangan dengan skor terbesar sejauh pagelaran Euro 2016. Kemenangan ini mengantar Belgia ke perempatfinal dan akan berhadapan dengan Wales pada Sabtu (2/7/2016) mendatang.

Merujuk julukan kedua tim, pantaslah Belgia tampil begitu superior atas Hongaria. The Magical Magyars alias Sihir Magyar (Hongaria) tak kuasa menahan gempuran skuad The Red Devils/Rote Teufel (Belgia). Empat gol Belgia masing-masing dicetak oleh Toby Alderweireld (10), Michy Batshuayi (78), Eden Hazard (80), dan Yannick Ferreira-Carrasco (90+1).

Menariknya, kendati menang besar, statistik menunjukkan Belgia, yang diposisikan sebagai tim tamu, kalah dalam penguasaan bola. Anak-anak asuh Marc Wilmots hanya mencatat 45 persen ball possession dibanding 55 persen milik Hongaria. Tetapi mereka bermain sangat efektif, dengan catatan 25 tembakan (14 di antaranya on target). Sebaliknya Hongaria ‘hanya’ mencatat 13 tembakan (6 on target).

Belgia sudah memperoleh peluang melalui Romelu Lukaku saat laga baru berjalan lima menit. Sayang, tembakan penyerang yang membela Everton (Inggris) itu masih bisa dibuang kiper Gabor Kiraly. Upaya Belgia menuai gol di menit ke-10 hasil tandukan Toby Alderweireld menyambut tendangan bebas Kevin De Bruyne. Keunggulan 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Belgia masih terus memberikan tekanan, namun belum menghasilkan gol tambahan. Sejumlah tembakan para pemain Belgia mental oleh kepiawaian penjaga gawang Gabor Kiraly. Akhirnya Pelatih Marc Wilmots mengubah strategi. Dia menarik Lukaku dan memasukan Michy Batshuayi pada menit 76.

Belum genap dua menit merumput, persisnya menit ke-78, Batshuayi mampu mencetak gol. Penyerang milik Olympique Marseille (Prancis) itu bergerak cepat ke kotak penalti untuk menyambut umpan Eden Hazard dari sektor kiri. Dua menit berselang, giliran Hazard menambah keunggulan menjadi 3-0. Setelah menerima umpan Kevin de Bruyne, striker milik Chelsea itu menggiring bola melewati dua pemain Hongaria lalu melepas tembakan ke pojok kanan gawang Kiraly. Hazard kemudian ditarik keluar pada menit 81, digantikan oleh Marouane Fellaini.

Yannick-Ferreira Carasco menutup pesta gol Belgia pada menit 90+1. Melalui serangan balik cepat, penyerang Atletico Madrid yang baru dimasukan pada menit 70 (menggantikan Dries Mertens) itu mencetak gol setelah menerima umpan terobosan Radja Nainggolan. Wasit Milorad Mazic (Serbia) meniup peluit panjang selepas gol tersebut.

Sebagai informasi, prestasi Hongaria sedikit lebih baik dibanding Belgia. Hongaria pernah dua kali menjadi runner-up Piala Dunia 1938 (kalah 2-4 dari Italia) dan 1954 (kalah dari 2-3 dari Jerman Barat). Sedangkan di level Eropa, Hongaria pernah meraih peringkat ketiga pada tahun 1964 setelah menaklukan Denmark dengan skor 3-1.

Sementara prestasi tertinggi Belgia di Piala Dunia adalah lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2014 (kalah 1-0 dari Argentina). Sedangkan di Piala Eropa, Belgia pernah meraih tempat ketiga tahun 1972. Menariknya, ketika itu Belgia mengalahkan Hongaria dengan skor 2-1.
Ketika itu Jerman Barat menjadi juara setelah mengalahkan Uni Soviet dengan skor 3-0. (*)

SUSUNAN PEMAIN

HONGARIA – Gabor Kiraly, Tamas Kadar, Adam Lang, Richard Guzmics, Roland Juhasz (Daniel Bode, 79), Zoltan Gera (Akos Elek, 46), Balazs zsudzsak, Adam Nagy, Adam Pinter ( Nemanja Nikolic, 75), Gergo Lovrencsics, Adam Szalai.

FORMASI: 4-2-3-1

PELATIH: Bernd Storck

BELGIA: Thibaut Courtois, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Thomas Meunier, Thomas Vermaelen, Kevin de Bruyne, Dries Mertens (Yannick Ferreira-Carrasco, 70), Eden Hazard (Marouane Fellaini, 81), Radja Nainggolan, Axel Witsel, Romelu Lukaku (Michy Batshuayi 76)

FORMASI : 4-2-3-1

PELATIH: Marc Wilmots