Pengaja gawang Italia, Gianluigi Buffon, bergelantungan di gawang setelah timnya mengalahkan Spanyol di 16 besar Euro 2016 (AP Photo/Martin Meissner via dailynail)

Chiellini dan Buffon Tepati Janji Balas Dendam kepada Spanyol

Giorgio Chiellini (worldsoccer.com)
Giorgio Chiellini (worldsoccer.com)

SAINT-DENIS – Giorgio Chiellini dan Gianluigi Buffon menepati janji mereka untuk mengalahkan juara bertahan Spanyol dalam laga 16 besar Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Prancis, Senin (27/6/2016) malam waktu Indonesia.

Janji sekaligus tekad itu terpenuhi dengan kemenangan 2-0, masing-masing oleh gol Chiellini pada menit 33 dan gol Graziano Pelle menit 90. Buffon sendiri tampil menakjubkan melalui sejumlah penyelamatan gemilang.

Hasil ini mengantar Gli Azzuri melaju ke perempatfinal dimana Der Panzer Jerman sudah menunggu. Sehari sebelumnya Jerman menekuk Slovakia dengan skor 3-0. Italia vs Jerman akan berlangsung di Nouveau Stade de Bordeaux, Minggu (3/7/2016).

Chiellini dan Buffon adalah dua pemain yang terluka oleh kekalahan memalukan dari Spanyol dengan skor 0-4 dalam laga final Piala Eropa 2012 di Stadion Olimpic, Kiev. Kedua pemain bertekad membalas dendam atas kekalahan tersebut.

“Laga di Kiev membuat kami bertekad bangkit. Kami perlu lebih memiliki dan mengandalkan keseimbangan antar lini. Ini akan kami tunjukkan dalam pertandingan Senin nanti. Kami memperhatikan segala hal sangat rinci dan ini bakal membuat banyak perbedaan,” ujar bek Juventus itu sebelum pertandingan.

Pengaja gawang Italia, Gianluigi Buffon, bergelantungan di gawang setelah timnya mengalahkan Spanyol di 16 besar Euro 2016 (AP Photo/Martin Meissner via dailynail)
Penjaga gawang Italia, Gianluigi Buffon, bergelantungan di gawang setelah timnya mengalahkan Spanyol di 16 besar Euro 2016 (AP Photo/Martin Meissner via dailynail)

Demikian pula Buffon. “Dalam empat laga kompetitif terakhir, kami benar-benar kalah hanya dalam satu pertandingan, yaitu di (final) Piala Eropa 2012. Selebihnya pertandingan kami berlangsung ketat. Kini kami memiliki tim yang lebih baik dan siap memberikan balasan ke Spanyol,” ujar Buffon.

Penjaga gawang Juventus ini menambahkan, “Di tiga laga lainnya, kami imbang dan selalu bermain di babak tambahan. Itu bukti kami juga tim terbaik dunia. Dalam periode itu mungkin Spanyol memenangkan banyak penghargaan, tapi saat ini kamilah satu-satunya lawan yang akan membuat mereka terluka.”

Pelatih Italia, Antonio Conte, juga memiliki tekad sama dengan anak buahnya. Conte secara tegas menyatakan tidak ingin pulang. Artinya, Spanyol lah yang harus angkat koper. “Saya tidak ingin pulang, lawan juga tidak ingin pulang. Kami tidak akan menjadi korban domba sembelihan. Kami siap menghadapi Spanyol.”

Terbukti, tiga sosok itu menjadi kunci kemenangan Gli Azzurri atas Matador Spanyol. Chiellini mencetak gol pertama Italia, Buffon melakukan lima penyelamatan gemilang, dan Conte sukses dengan racikan strategi menawan. Kendati kalah ball possession, (42 % : 58%), tim besutan Conte lebih unggul dalam tembakan ke gawang, yakni 10 tembakan on target dari 11 upaya. Sebaliknya Spanyol mencatat 13 upaya, namun hanya lima yang tepat sasaran.

Gol Italia di menit 33 terjadi dari bola muntah setelah David de Gea menepis tendangan bebas Eder. Chiellini bergerak cepat ke mulut gawang lalu menyambar bola liar yang lepas dari tangan penjaga gawang Manchester United itu.

Dari sejumlah upaya Spanyol untuk menyamakan skor, peluang terbaik diperoleh Gerard Pique di menit 89. Bak seorang striker, bek Spanyol itu mendadak sudah berada di kotak penalti Italia untuk menerima umpan jauh dari de Gea. Sayang, upaya pemain Barcelona ini digagalkan oleh Buffon.

Memasuki injury time, Graziano Pelle memupus harapan Spanyol melalui golnya di menit ke-90+1. Striker milik Southampton (Inggris) ini menyambar bola kiriman Matteo Darmian yang sempat menyentuh bek Spanyol. Skor 2-0 untuk Italia bertahan hingga wasit Cuneyt Cakir (Turki) meniup peluit panjang.

Conte gembira

Conte sangat gembira atas kemenangan ini. Dia terlihat berlari kegirangan di sisi lapangan ketika Graziano Pelle mencetak gol.

Usai laga, Conte berujar, “Saya tahu para pemain memiliki sesuatu di dalam dirinya yang luar biasa. Saya sudah mengatakan itu sebelumnya, sangat mudah untuk mengatakan hal tersebut setelah pertandingan,” kata Conte dikutip Rai Sport.

“Para pemain luar biasa. Sekarang kami harus kembali (berlatih), untuk menghadapi pertandingan lain yang sangat sulit melawan Jerman. Tapi yang jelas kami membuktikan bahwa Italia tidak hanya Catenaccio,” imbuh pelatih yang musim depan akan menukangi Chelsea.

Sementara itu, gelandang Spanyol, Andres Iniesta, mengaku kecewa. “Kami terlalu cemas dengan apa yang mereka lakukan dan situasi ini menghukum kami. Di babak kedua kami mengejar dan menunjukkan sesuatu. Kami melakukan kesalahan di babak pertama,” ujar pemain Barcelona itu.

“Ini kekecewaan yang harus kami terima. Mereka lebih efektif dalam kesempatan tertentu dan mampu mengatasi kami,” ujar Iniesta dikutip Goal.

Kemenangan ini, selain membalas dendam atas kekalahan pada Final Euro 2012, sekaligus menempatkan Italia unggul satu kemenangan atas Spanyol dalam rekor pertemuan kedua tim. Gli Azzuri dan La Furia Roja telah 35 kali bentrok, hasilnya; Italia Menang 11 kali, Spanyol menang 10 kali, dan 14 kali imbang.

SUSUNAN PEMAIN:
ITALIA: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Florenzi (Darmian 84′), Parolo, De Rossi (Motta 54′), Giaccherini, De Sciglio; Eder (Insigne 82′), Pelle

FORMASI: 3-5-2

PELATIH: Antonio Conte

SPANYOL: De Gea; Juanfran, Pique, Ramos, Alba; Busquets, Fabregas, Iniesta; Nolito (Aduriz 46′ (Pedro 81)), Silva, Morata (Vazquez 70′)

FORMASI: 4-3-3

PELATIH: Vicente de Bosque