Pembangkit Listrik (ilustrasi : energitoday.com)

Kondisi Listrik di Kupang Sangat Mendukung Investasi

Pembangkit Listrik (ilustrasi : energitoday.com)
Pembangkit Listrik (ilustrasi : energitoday.com)

PASOKAN listrik yang sangat memadai, kinerja memuaskan, dan sistem pelayanan mumpuni dari PT PLN Area Kupang, NTT, merupakan daya tarik utama bagi para investor nasional maupun asing untuk menanamkan modalnya di ibukota Provinsi NTT tersebut.

Sudah sejak tahun 2006 hingga saat ini (Desember 2015) atau sudah sembilan tahun kinerja dan layanan PLN Kupang sangat memuaskan pelanggan di daerah tersebut. Jika PLN mampu mempertahankan performanya seperti saat ini, Kota Kupang akan maju pesat dalam sepuluh tahun ke depan.

Saat ini pasokan listrik di Kupang sebesar 80 MW. Pasokan listrik sebesar itu hanya dari PLTU Bolok, belum termasuk tambahan pasokan dari PLTD Tenau, PLTD Kuanino, dan PLTS Oelpua. Stabil dan andalnya pasokan listrik di Kupang selama ini sudah dirasakan oleh PT Semen Kupang yang mampu beroperasi secara stabil. Alhasil produksi pabrik semen kebanggaan NTT itu melampaui kebutuhan masyarakat NTT sehingga kelebihan produksi dipasok ke Ambon dan Papua, bahkan diekspor ke Timor Leste dan Australia.

Siap hadapi MEA

Situasi itu membuat masyarakat dan para pebisnis di Kota Kupang dan NTT secara keseluruhan, sudah sangat siap menghadapi persaingan global, termasuk ketatnya era persaingan bisnis Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku tahun 2016.

Menurut informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, ratusan investor nasional dan internasional telah memasukan aplikasi untuk berinvestasi di Kota Kupang dan sekitarnya. Investor asing yang tertarik mengembangkan bisnis di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan sejumlah kabupaten lainnya di NTT umumnya berasal dari Kongo, Zimbabwe, Burundi, Liberia, dan Eritria, Ethiopia, Mozambique, Rwanda, Uganda, dan Tuvalu.

Ratusan investor tersebut bergerak dalam berbagai bidang usaha, tetapi yang paling banyak akan menggarap industri pengolahan jagung, pengolahan daging sapi dan produksi se’i babi skala industri,  industri perikanan (pengolahan ikan), industri kerajinan dari kayu cendana. Selain tangguh dan stabilnya pasokan listrik di Kupang, para investor semakin tertarik masuk lantaran mereka dapat bekerja sama dengan koperasi-koperasi yang ada di sana. Asal tahu, sejak tahun 2013 NTT sudah terkenal sebagai provinsi koperasi.

Menariknya, sektor-sektor yang menarik bagi para investor, terutama investor asing, ternyata sinkron dengan program-program unggulan yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi NTT. Provinsi yang berbatasan dengan Australia ini memang sangat terkenal sebagai provinsi jagung, provinsi ternak, provinsi koperasi, provinsi cendana, provinsi pariwisata, dan provinsi kelautan dan perikanan.

Masuknya ratusan investor bersamaan dengan berlakunya MEA, diyakini bakal membuat masyarakat NTT, terutama di desa-desa, langsung panas-dingin karena mengalami DeMAM. Ini membuktikan bahwa Presiden Jokowi  sangat tepat memberikan penghargaan bintang jasa utama di bidang koperasi kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya yang ketiga ke Kupang, 27-28 Desember 2015, Presiden Jokowi menekankan bahwa inilah momentum bagi NTT untuk bangkit dan sejajar dengan daerah lain di Imdonesia.

Saatnya NTT bangkit! (eddy mesakh)