Seorang ibu menemani anak berkebutuhan khusus bermain dengan robot Leka. (livescience)

Robot Leka, Teman Bermain Anak Autis

Robot Leka (maddyness)
Robot Leka (maddyness)

BB-8, robot canggih berbentuk bola yang bisa bergerak dengan menggelindingkan tubuhnya .  Robot dalam film Star Wars: “The Force Awakens”  itu sangat memikat penonton di bioskop. Robot canggih seperti itu mungkin belum bisa hadir di dunia nyata dalam waktu dekat. Namun, kini  ada robot bergulir  mirip BB-8 yang sedang dikembangkan,  yakni “Robot Leka”. Robot  ini ditujukan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus, terutama anak-anak dengan autisme.

Perancang robot tersebut menjelaskan bahwa robot Leka berbentuk bulat, memiliki ‘wajah’ menawan yang bisa mengubah ekspresi, bersuara, menggunakan cahaya dan warna untuk berinteraksi dengan pengguna melalui permainan yang disesuaikan untuk merangsang kognitif dan keterampilan motorik.
Orangtua, para pengasuh/pendamping anak-anak autis bisa memprogram mainan untuk membimbing anak-anak disabilitas melalui berbagai kegiatan, membantu mereka meningkatkan kemampuan komunikasi, dan belajar untuk terhubung dengan lingkungan dan orang lain di sekitar mereka.

Robot BB8 dalam Fil Star Wars
Robot BB8 dalam Fil Star Wars

Untuk anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), berhubungan dengan orang lain dan menafsirkan isyarat-isyarat sosial dapat sangat menantang. Menurut National Institutes of Health (NIH), ASD menggambarkan sejumlah gangguan perkembangan syaraf yang berkaitan dengan kesulitan komunikasi dan ditandai dengan perilaku repetitif atau berulang.

Tipikal ASD biasanya termanifestasi sejak masa bayi atau anak usia dini dan terjadi di seluruh kelompok etnis. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  (CDC) memperkirakan bahwa itu memengaruhi sekitar satu dari 68 anak-anak. Penyebabnya tidak diketahui, meskipun genetika, usia tua, dan paparan pestisida dan obat-obatan tertentu telah diduga meningkatkan risiko bayi terlahir dengan kondisi ASD.

Untuk menentukan bagaimana teknologi interaktif ini dapat membantu anak-anak dengan ASD dan cacat perkembangan lainnya, pencipta Leka bekerja sama dengan pendidik, orangtua, dan anak-anak untuk menentukan kebutuhan mereka. Melakukan penelitian guna merinci peran yang bisa dijalankan oleh robot.

“Dan selama penelitian, mereka menemukan bahwa anak-anak autisme merespon baik, terutama dengan robot. Bagi mereka yang bekerja dengan anak-anak yang memiliki ASD, pengulangan dan prediktabilitas sangat penting,” ujar Ladislas de Toldi, CEO dan co-founder Leka.

“Untuk melihat kemajuan, mereka diminta untuk melakukan hal yang sama untuk waktu yang lama. Selalu melakukan hal yang sama bisa menyulitkan orangtua atau pengasuh, tapi Leka bisa melakukan hal yang sama setiap waktu,” kata de Toldi.

Robot Leka untuk anak-anak dengan autisme (livescience)
Robot Leka untuk anak-anak dengan autisme (livescience)

“Robot Leka dapat diandalkan untuk melakukan tindakan yang sama berulang. Robot Leka bisa menjadi pendamping dan memberikan rasa aman bagi anak,” imbuh de Toldi.

Leka dilengkapi indra yang mampu merespon partisipasi anak dalam permainan, seperti identifikasi warna, pencocokan gambar, atau petak-umpet. Robot ini dikontrol melalui Bluetooth dan diprogram dengan aplikasi untuk iOS dan Android.

Selama bermain, Leka memasok citra positif dan suara – misalnya, menunjukkan wajah tersenyum atau tertawa – untuk menghargai kemajuan dan mendorong rasa percaya diri anak autis.

Kustomisasi permainan memungkinkan pengasuh mengatur tingkat stimulasi yang sesuai dengan individu dengan menambahkan atau menghapus lampu, warna, atau menampilkan suara. Setiap permainan memiliki pengaturan untuk melacak kemajuan anak dari waktu ke waktu, dan tingkat kesulitan yang dapat ditambah sesuai perkembangan anak.

Sementara itu, penanganan anak autis menggunakan Leka memberikan pengalaman interaktif unik  melalui sentuhan yang tidak mereka peroleh dari layar sentuh. “Ini adalah cara baru untuk mendapatkan interaksi anak-anak dan membuat mereka termotivasi,” kata de Toldi.

Kampanye Indiegogo untuk Leka – sekarang lebih dari 90 persen didanai – akan berlangsung hingga 3 Juni 2016. Ini memungkinkan produksi massal robot mainan dan membuatnya tersedia untuk orangtua, pengasuh, dan terapis, dengan biaya preorder mulai dari 390 dollar AS (sekitar Rp 5,07 juta – asumsi kurs Rp 13 ribu).

Saat ini baru tersdia tiga permainan mendidik, namun Leka akan menawarkan total tujuh aktivitas permainan ketika sudah diproduksi massal sekitar awal 2017 mendatang. (Sumber: livescience)