Sukses Mario Klau dan Dukungan Pemerintah di NTT

Mario G Klau (Lintas.info)
Mario G Klau (Lintas.info)

MARIO Gerardus Klau membawa sukacita dan kegembiraan bagi warga Kota Kupang dan NTT setelah menjadi pemenang ajang pencarian bakat The Voice Indonesia Tahun 2016. Anak seorang sopir angkot yang punya bakat alam, dikaruniai suara merdu.

Banyak bakat di NTT seperti Mario, namun bila ada yang mencapai sukses, lebih banyak karena usaha sendiri dan dukungan orang2 paling dekat. Mereka baru menuai banyak dukungan, termasuk dari pemerintah, setelah mampu menarik perhatian luas di pentas nasional.

Tidak banyak campur tangan pemerintah dalam upaya menggali bakat-bakat alami. Terbanyak lahir dari gereja karena lembaga-lembaga gerejalah yang paling sering menggelar kontes-kontes atau lomba-lomba menyanyi (koor, vokal group, dan solo).

Pengalaman saya, ketika kami masih anak-anak muda di Kota Kupang, kami tiga tahun berturut-turut (tahun 2000 – 2002) menggelar Festival dan Lomba Musik bertajuk Expresi Millenium, tidak mendapat dukungan pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT. Jangankan dapat dukungan, upaya kami malah dipersulit.

Kami membuat proposal kepada Pemerintah Kota Kupang dan Dinas Pariwisata Provinsi NTT, meminta keleluasaan mengelola pass masuk Pantai Wisata Lasiana agar dananya bisa digunakan membiayai kegiatan festival. Permohonan kami ditolak. Padahal, ketika itu, kami sudah menyatakan bahwa tidak seluruh pemasukan untuk kepentingan panitia, melainkan akan dibagi dengan instansi terkait.

Akibatnya kami, mayoritas anak-anak muda kampung di Kelurahan Lasiana, nyaris bentrok (bahkan pernah adu jotos) dengan petugas dari Dinas Pariwisata yang menjaga pintu masuk Pantai Lasiana. Mereka tidak rela pengelolaan karcis masuk dikelola pihak lain.

Harapan saya ke depan, dan mungkin juga harapan mayoritas pemuda di Kota Kupang dan NTT, alangkah baiknya pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan-kegiatan kepemudaan.

Di samping aktivitas pemuda seperti itu bernilai positif, siapa tahu dari kegiatan-kegiatan seni yang lahir dari inisiatif pemuda juga bisa menggali bakat-bakat seni dari anak-anak muda di Kota Kupang dan NTT. Tak hanya seni, tetapi juga di bidang olahraga dan sebagainya.

Untuk para pemangku kepentingan di Kota Kupang dan NTT, dukunglah anak-anak muda. Jangan nanti sudah sukses baru ramai-ramai berdiri paling depan dan mulai mengklaim macam-macam. Apalagi “sorong dada” karena ada kepentingan politik tertentu.

Orang Kupang bilang, “Bosong jang tepa di bok ko puku dada. Jang sampe bikin malu-malu kalo dapa jawab;  “ko lu sapa? Selama ini di mana sa ko sekarang baru muncul tiba-tiba” 

Salam bae dari anak Kupang di tanah rantau. (*)