Arsip Tag: Gay

Ryan Kubur Mayat di Dapur


* Muncul Dugaan Korban Mencapai Puluhan Orang

PERKEMBANGAN kasus mutilasi dan pembunuhan sadis dengan tersangka Verry Idham Henyaksyah alias

Warkot
Ryan saat dikeler polisi untuk menunjuk lokasi aksi pembunuhan sadisnya di Jombang. Foto:Warkot

Ryan (30), semakin mencengangkan. Jika sebelumnya diduga masih dua korban dibenamkan di septic tank (lubang WC), kini diperkirakan Ryan juga mengubur mayat di dapur rumahnya.

Dugaan itu terungkap saat Tim Polda Jatim bersama Polres Jombang kembali mengeler tersangka yang didiuga pengidap psikopat itu ke kediamannya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur, Rabu ( 23/72008 ).

Informasi yang dikumpulkan wartawan Surya (grup Tribun) dari lapangan menyebutkan, saat dikeler petugas, Ryan menunjuk ruang dapur di sudut rumahnya. Dia menunjuk lantai dapur sebagai kuburan mayat korbannya.  Atau paling tidak sebagai tempat melakukan eksekusi terhadap para korbannya.

Jika tempat itu juga menjadi kuburan bagi korban dari Ryan, bukan tidak mungkin lebih dari satu mayat ditanam di sana. Karena ruang dapur di pojok belakang rumah itu, menurut sejumlah warga, berukuran cukup luas, sekitar 2 x 3 meter.

Di ruang dapur itu tidak terdapat kompor. Untuk memasak makanan, orangtua Ryan menggunakan pawon (tungku, terbuat dari tanah liat atau semen), menyatu dengan plester lantai dapur. Ukurannya cukup besar, sekitar 40 x 60 cm dan berada agak ke tengah ruang dapur. “Bisa jadi mayatnya ditanam di bawah pawon,” kata Rokhib, tetangga Ryan.

Sejumlah polisi di TKP mengelak ketika dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut. “Kita masih terus mengembangkan kasus ini. Semua masih didalami,” kata petugas. Sayangnya, tim Polda Jatim batal melakukan penggalian terhadap lokasi-lokasi yang diduga sebagai tempat penguburan korban keganasan Ryan. Ini karena massa membludak, sehingga dikhawatirkan bakal mengganggu kerja petugas.

Karena batal melakukan penggalian, tim polda hanya mengeler Ryan untuk mendapatkan bukti baru terkait pembunuhan empat korban yang mayatnya ditemukan pekarangan belakang rumahnya. Bukti-bukti itu guna menguatkan dugaan ataupun mencari motif pembunuhan yang dilakukan tersangka.

Sekitar satu jam lamanya, petugas yang datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, memperoleh barang bukti milik keempat korban. Barang bukti itu di antaranya pakaian, jaket, dan tas. Juga dua buah helm, sejumlah perhiasan dan beberapa buku tabungan milik Ryan. Juga sejumlah keping VCD milik tersangka. Barang bukti tersebut, langsung dibawa ke Mapolres Jombang.

Sekitar pukul 15.30, tim Polda Jatim (unit Jatanras) segera menggelandang tersangka yang dibrogol itu ke sebuah mobil. Menurut sumber di polisi, tersangka dikeler ke Kediri, ke tempat kerja Guntur alias Guruh Setyo Pramono (28).

Sementara ini baru terungkap bahwa Ryan sudah menghabisi lima orang, yakni Heri Santoso, warga Bekasi, dibunuh dan dimutilasi di apartemen Depok Residence. Empat korban lainnya, yakni Ariel Sitanggang, Vincent, Grandy, dan Guntur dibunuh dan dikubur belakang rumah orangtuanya di Jombang.

Kapolri Jenderal Sutanto membenarkan dugaan bahwa korban pembunuhan sadis Ryan lebih dari lima orang. “Kemungkinan masih ada korban lain selain yang ditemukan,” kata Kapolri.  “Perkembangan kasus Ryan, Polda Metro masih melakukan penyelidikan,” imbuh dia.

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa korban Ryan bahkan mungkin mencapai puluhan orang. Ini berdasar laporan hilang ke polisi melalui telepon dan sms. Semua orang yang hilang itu pernah  berhubungan dengan Ryan.

Beberapa di antara orang yang yang diduga telah menjadi korban Ryan adalah Nani Hidayati (32) dan anaknya, Silvia (3), warga Perumahan Kepuh Permai, Jombang (Keduanya raib sejak Januari 2008). Zainal Abidin (22), warga asal Dusun Dapurno, Desa Dapurkejambon, Jombang (Hilang sejak 7 Januari 2008). Guruh Setyo Pramono (28), warga Desa Kedondong Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk (Raib sejak April 2007.(persda network/surya/st8/wid)

Ryan Sudah Ketagihan Membunuh


Kalau sudah bisa mengatasi rasa takut dan cemas, pelaku pembunuhan serial (berantai) telah menikmati apa yang dilakukannya.

Adrianus Meliala
Kriminolog Universitas Indonesia

VERRY Idam Heryansyah alias Ryan (30), diperkirakan seorang psikopat sehingga menikmati setiap pembunuhan yang dilakukannya. Bahkan tersangka pelaku mutilasi di Ragunan, Jakarta dan pembunuhan terhadap emat orang di Jombang, Jawa Timur, itu sudah semakin ketagihan membunuh orang.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala dan Kriminolog UI Erlangga Masdiana mengategorikan

Aril dan Ryan
Aril dan Ryan (foto:detikcom)

Ryan sebagai pembunuh berantai. Keduanya menepis anggapan bahwa tindakan pembunuhan itu terkait orientasi seksualnya yang menyimpang atau suka sesama jenis.

Adrianus mengatakan, Ryan sudah sampai pada tahap ketagihan membunuh dan menikmati saat-saat korbannya meregang nyawa. Bahkan dia telah memiliki kecenderungan untuk menemukan terobosan baru dalam membunuh korbannya guna mendapatkan sensasi yang lebih hebat lagi.

Menurut Adrianus, Ryan yang telah membunuh lima orang tak menunjukkan rasa takut dan cemas. “Kalau sudah bisa mengatasi rasa takut dan cemas, pelaku pembunuhan serial (berantai) telah menikmati apa yang dilakukannya, ” katanya.

Dalam penilaian Erlangga, Ryan cenderung memiliki kepribadian tidak merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. “Ini ciri-ciri psikopat. Dia memiliki alasan pembenaran atas apa yang dia lakukan. Biasanya diikuti dengan kepribadian yang tidak merasa bersalah,” jelasnya.

Latar belakang seseorang menjadi psikopat bermacam-macam. “Bisa karena dendam, sakit hati, atau iri,” jelas Erlangga. Psikopat yang melakukan pembunuhan akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari karena dia telah kecanduan melakukan pembunuhan.

“Ini berbeda dengan pembunuhan situasional. Dalam pembunuhan situasional, orang membunuh karena terpengaruh situasi. Kalau pembunuh berantai dia punya alasan pembenaran sendiri,” tutur Erlangga.

Seadainya Ryan belum tertangkap, bisa jadi ia akan melakukan pembunuhan berikutnya dengan cara yang lebih canggih dan rumit. Mulai dari segi menghilangkan jejak maupun cara menghabisi korban. Hal tersebut dilakukan Ryan untuk mendapat sensasi.

Adrianus mengatakan, kenikmatan membunuh yang dirasakan Ryan terlihat dari cara pemuda itu membunuh para korbannya. Jika awalnya, Ryan hanya membunuh dengan cara memukulkan benda tumpul, terhadap korban terakhir dia memotong-motong mayat atau memutilasinya.

“Seorang pembunuh serial memang akan seperti itu. Cara membunuhnya akan terus berkembang, semakin keji. Dari sekadar memukul sampai menguliti atau memutilasi. Kalau tidak tertangkap pasti akan ada korban-korban berikutnya,” papar Adrianus.

Sejauh yang sudah diketahui, Ryan telah menghabisi 5 orang. Satu korban dimutilasi jati tujuh bagian, yakni Heri Santoso (40). Empat korban lainnya adalah Aril Somba Sitanggang (34) asal Depok, Grandy (WN Belanda), Vincent asal Solo, dan Guntur alias Guruh Setyo Pramono asal Nganjuk

Jenazah empat korba Ryan telah digali dari belakang rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang. Namun warga setempat dan desa sekitarnya meyakini korban yang dihabisi Ryan di tempat itu lebih dari empat orang. Kemungkinan jenazah korban lainnya juga dikuburkan di sekitar lokasi itu.

Ada empat laporan orang hilang ke polisi, yakni:
Sobirin, warga Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang, melaporkan kemenakannya, Zainal (22), penyiar Radio Gita FM di Diwek, Jombang, menghilang sejak Januari 2008. Sobirin pernah melihat Zainal berboncengan dengan pria mirip Ryan.

Lilik Kastumi (55), warga Jl Dr Soetomo, Jombang, mengaku anak laki-lakinya, Agustinus Setiawan (27), hilang sejak Juni 2007. Agustinus diduga mengenal Ryan karena biasa berlatih di sebuah pusat kebugaran. Ryan diketahui sering ke pusat kebugaran.

Suprayitno (30), warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, mengaku istrinya, Nanik Kristanti (26) dan anaknya yang masih balita, pergi sejak 2 April. Pamitnya ke tempat orangtuanya di Banyuwangi. Sudah dicek ke Banyuwangi sepekan kemudian, tapi Nanik tak ditemukan. Nanik sering berangkat senam ke Marcella Fitness Center bersama Ryan.

Seorang ibu mengaku anaknya bernama Guntur (28), hilang sejak akhir 2007. Guntur bekerja di Kediri, pernah kedatangan tamu berwajah mirip Ryan. Saat itu, Ryan mengaku dari Bandung. Terakhir diketahui bahwa Guntur adalah nama alias dari Guruh Setyo Pramono asal Nganjuk, satu di antara empat korban yang mayatnya dikuburkandi belakang rumah Ryan. (sumber: persda network/warkot/surya/st8)

Ternyata Korban Ryan Ada 5 Orang


* Habisi Teman-temannya Gunakan Linggis dan Batu

Surya/doso priyanto
Empat mayat dalam kantong, korban pembunuhan Ryan yang dikubur di belakang rumah orangtuanya di Jombang, Jawa Timur. Foto: Surya/doso priyanto

VERRY Idham Henyaksyah (30) alias Ryan, bukan pembunuh biasa. Pria ini tergolong pembunuh berdarah dingin. Dia telah menghabisi lima orang dan empat di antaranya dikubur di belakang rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.

Pembongkaran jenazah para korban dilakukan setelah proses rekonstruksi pembunuhan Aril Somba Sitanggang (34), selama selama 1,5 jam, Senin ( 21/7/2008 ). Tiga kali Ryan dipanggil keluar rumah untuk menunjukkan di mana lokasi persis korban-korbannya dikubur. Akhirnya Tersangka mengakui bahwa jenazah Aril dikubur di belakang rumah orangtuanya.

Di luar dugaan, tak hanya jenazah Aril yang ditemukan di pekarangan belakang rumah Ryan, melainkan masih terdapat tiga jenazah lagi. Semuanya sudah membusuk. Pembongkaran dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama Polda Jatim dan Polres Jombang.

Namun keempat jenazah itu tidak dimutilasi sebagaimana yang dilakukan Ryan terhadap Heri Santoso (40) yang dihabisi di Ragunan, lalu dipotong menjadi 7 bagian dan dibuang di Jl Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.
Jenazah Aril dan tiga korban lainnya telah diautopsi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur sekitar pukul 18.15 WIB.

Tiga korban selain Aril adalah Guntur, warga Nganjuk, yang dibunuh Ryan sekitar Juni-Agustus 2007, Brandy (warga negara Belanda) yang tewas dihabisi Januari 2008, dan Vencent asal Solo karyawan Toko Court Jombang dan Aril dihabisi sekitar April 2008. Ryan menghabisi korban-korbannya menggunakan linggis dan batu.

“Rata-rata menggunakan linggis atau batu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro JayaKombes Pol Carlo Brix Tewu.

Pencari mayat terkejut
Proses penggalian jenazah berlangsung cukup lama. Dimulai pukul 10.00 dan baru berakhir pukul 14.45. Dengan ketua tangan diborgol, Ryan diminta menunjukkan lokasi dirinya ‘menanam’ para korbannya. Pertama ditemukan jenazah Aril yang dikubur di pekarangan belakang, persis di belakang kamar mandi.

Beberapa pekerja warga setempat dibantu polisi menggali lokasi yang ditunjuk. Tak lama, muncul kaki manusia yang sudah membusuk. Para penggali pun melanjutkan hingga seluruh sosok jenazah tergali. Tapi para penggali kaget, karena saat seluruh tubuh jenazah sudah terlihat, mendadak seorang penggali menemukan kaki dari lain, tak jauh dari lubang tersebut. Ryan pun dicecar petugas soal keberadaan jenazah itu.

Akhirnya dia mengakui, dalam lubang tersebut terdapat tiga jenazah dan di lubang lain yang berjarak sekitar lima meter arah utara dari lubang pertama, terdapat satu jenazah lagi. Pencarian dan penggalian pun dilanjutkan.
Setelah empat jam lebih, yakni sekitar pukul 14.45, ditemukan lagi dua jenazah, satu di lubang pertama dan satu lagi di lubang kedua. Semuanya sudah membusuk. Jenazah langsung dimasukkan dalam dua kantung jenazah. Jenazah ketiga berhasil dievakuasi 30 menit kemudian dari lubang pertama, dan 20 menit kemudian satu jenazah lagi berhasil diangkat dari lubang sedalam 1,5 meter berukuran 2,5 x 3 meter.

Sewa penggali lubang
Kepala Desa Jatiwates Machmud menginformasikan, untuk menggali lubang bagi pemakaman salah satu atau beberapa jenazah tersebut, Ryan menggunakan jasa tenaga kerja kasar dari luar desa. Tenaga kerja itu diminta menggali lubang dengan alasan untuk lubang pembuangan air dari kamar mandi.

Setiap kali jenazah -jenazah itu diangkat dari lubang, ratusan warga yang menonton proses tersebut berkali-kali berdecak dan menggelengkan kepala tanda keheranan atas perilaku tersangka. Selanjutnya empat jenazah diangkut ambulans ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diautopsi. Sedangkan Ryan atau di desa setempat akrab dipanggil Hansyah, dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya.

Kombes Carlo Tewu mengungkapkan, penggalian jenazah itu merupakan pengembangan kasus tertangkapnya Ryan di Jakarta atas dugaan pembunuhan terhadap Aril. Soal motif pembunuhan, Kombes Carlo Tewu belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses pemeriksaan.

Polisi telah menetapkan Ryan sebagai tersangka mutilasi atas Heri Santoso di Ragunan. Dia dikenakan pasal 365 tentang pencurian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Hingga kini polisi masih mencari korban Ryan lainnya. “Kalau memang ada anggota keluarga yang hilang bisa menghubungi Polda Metro Jaya. Soalnya mungkin saja masih ada korban-korban lainnya,”ujar Kombes Carlo Tewu.(sumber: persda network/Surya/Tribun Batam/doso priyanto)

*) Berita ini telah terbit di Tribun Batam edisi cetak maupun online.

Ryan Minta Maaf pada Teman Guru Ngaji


* Sepak Terjang Pembunuh Berdarah Dingin (2)

Siapa sangka Verry Idham Henyaksyah (30) alias Ryan adalah mantan guru mengaji. Pemuda yang memiliki kelainan seksual ini nekat membunuh. Tak tanggung-tanggung, dia telah menghabisi lima orang temannya . Satu korban dimutilasi menjadi tujuh potong dan empat lainnya dikuburkan di belakang rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.

KETIKA dibawa polisi ke rumahnya di Dusun Maijo, Senin (21/7/2008), Ryan alias Hansyah, minta dipertemukan dengan Irsyad. Ia pun meminta maaf karena belum bisa mengembalikan uang.

“Ketika bertemu dengan saya tadi, ia bilang suatu saat akan mengembalikan uangnya. Tapi kalau ternyata nanti tidak bisa membayar juga, maka saya diminta untuk mengikhlaskannya,”ujar Irsyad ketika ditemui di rumahnya.

Di mata warga Dusun Maijo, Irsyad adalah satu-satunya warga kampung yang bisa akrab dengan Ryan. Mereka sebelumnya memang sama-sama menjadi guru mengaji di masjid. Namun, di balik keakrabannya itu, warga berprasangka buruk kalau mereka memiliki hubungan khusus. Maklum, meski tubuh Ryan tampak macho karena sering fitness, namun ia tak bisa menyembunyikan perilaku dan gaya bicaranya yang sangat kemayu.

“Naudzubillah min dzalik. Itu perbuatan yang sangat dilarang agama. Tapi saya tidak menyalahkan warga kalau punya pikiran seperti itu. Karena Ryan memang memiliki sifat seperti itu. Saya dengannya hanya teman biasa,”ujar Irsyad, lulusan Politeknik ITS jurusan teknik mesin yang kini guru STM swasta di daerah Jombang.

Karena khawatir dituding memiliki hubungan khusus itulah, sejak 2006 Irsyad menjauhi Ryan. Bahkan ia juga memutuskan berhenti sebagai guru mengaji agar tidak terlalu dekat dengan Ryan. Satu cara untuk menjauh Ryan, Irsyad memutuskan menikah dengan seorang gadis pada Juni 2007 dan kini telah dikaruniai seorang anak.

Irsyad tak membantah pernah akrab dengan Ryan selama 4 tahun. Tapi, ia menegaskan, hubungannya hanya sebatas teman karena sama-sama menjadi guru mengaji. Bahkan, setahun sebelum memutuskan berkeluarga, Irsyad menyatakan sudah tak pernah berhubungan dengan Ryan.

Selama masih berteman, Ryan beberapa kali pinjam uang ke koperasi simpan pinjam (KSP) dengan jaminan 3 BPKB milik Irsyad. Ryan juga pernah membeli peralatan elektronik secara kredit lewat toko Court menggunakan KTP Irsyad.

Awalnya Ryan memang rutin membayar cicilan. Tapi akhirnya Irsyad yang terpaksa melunasi untuk melindungi keluarganya, terutama ibunya. Dia berharap cara itu bisa mengakhiri hubungan mereka. Bahkan untuk melunasi utang temannya itu, Irsyad terpaksa melego sepeda motornya.

Namun pria berepenampilan kalem itu tak mau mengumbar aib orang yang selama ini pernah berteman akrab dengan dirinya. “Ia sudah pernah mengembalikan uang sekitar Rp 1,6 juta,”ujar Irsyad.

Disinggung soal serangkaian pembunuhan yang dilakukan Ryan, Irsyad mengaku tak menyangka temannya telah berbuat sesadis itu.

“Saya memang pernah akrab tapi kan tak selalu bersamanya selama 24 jam. Jadi saya nggak mungkin tahu semua kegiatannya. Karena teman-temannya itu dari tempatnya fitness dan teman-teman dari Desa Sentul, tempatnya sering berlatih voli,”tutur Isryad.(persda network/surya/tribun batam/doso priyanto)

Cinta Segitiga Aril Berujung Maut


* Sepak Terjang Pembunuh Berdarah Dingin (1)

Dua kekasih sejenis ini sebenarnya saling mencintai dan berencana akan menikah di Belanda. Namun keduanya terlibat pertengkaran hebat yang berujung pembunuhan.

KENDATI sejenis, Aril Somba Sitanggang (34) sangat mencintai Verry Idham Henyaksyah (30) alias Ryan. Saking cintanya, Aril yang berprofesi sebagai agen properti, telah menyediakan uang untuk merenovasi rumah

Surya/Sutono
Ryan diborgol saat rekonstruksi di Jombang, Jawa Timur, Senin ( 21/7/2008 ). Foto: Surya/Sutono

orangtua Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.

Aril telah membuat rencana untuk menikahi Ryan di Belanda. Negeri kincir angin itu memang mengakui perkawinan sesama jenis. Sayangnya, kendati mereka sudah sering berhubungan, namun Ryan menolak cinta Aril lantaran dia telah memiliki kekasih lain, yakni Noval. ”

Saya nggak mau karena sudah punya pacar Noval,”ujar Ryan, sebagaimana dituturkan seorang sumber di kepolisian menirukan pengakuan Ryan, Senin (21/7).

Kecewa pada jawaban Ryan, Aril pun membatalkan rencana merenovasi rumah orangtua Ryan. Ia tak mau dimanfaatkan Ryan hanya karena cintanya. Pemuda yang di kampungya biasa disapa Hansyah, ini pun kesal sehingga keduanya terlibat pertengkaran hebat.

Lantaran kesal, mantan guru mengaji itu pun menghajar tengkuk Aril menggunakan batu. Kisah ini terputus sampai di situ. Belum diketahui jelas kelanjutan kisahnya sampai Aril tewas hingga mayatnya ditemukan di belakang rumah orangtua Ryan. Namun Aril sudah menghilang sejak tiga bulan silam.

Pada 23 April 2008, pria kemayu itu pamit kepada ibunya, Tiarma Sitanggang, bahwa dia ke Surabaya bersama Ryan untuk merenovasi rumah orangtua temannya itu. “Mereka langsung ke Jombang. Naik omprengan Rp 40 ribu ke rumah orangtua Ryan,” tutur sumber di Polda Metro Jaya. Selanjutnya ‘pasangan’ itu naik kereta api eksekutif Bima jurusan Jakarta-Surabaya.

Sejak itu Aril tak pernah pulang. Keluarga pun melapor ke Polda Metro Jaya karena sejak pergi ke Surabaya, mereka tak pernah mendapat kabar dari Aril. Polisi telah dua kali memeriksa Ryan sebagai orang terakhir yang terlihat bersama Aril. Namun tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Heri Santoso itu membantah pernah janjian bertemu Aril.

Polisi tidak percaya begitu saja. Petugas dari Polda Metro Jaya dikerahkan untuk menyelidiki keberadaan Aril di Surabaya. Akhirnya kabar buruk itu sampai juga ke telinga keluarga Aril. Rupanya dia telah menjadi mayat dan dikuburkan di belakang rumah orangtua Ryan.

Keluarga syok mendengar kabar buruk itu. Mereka juga tak menyangka kalau Aril ternyata seorang gay yang mencintai Ryan. Tiarman langsung mengutus tiga orang keluarganya untuk menjemput jenazah Aril di Jombang. (Sumber: diolah dari detikcom/surya/Tribun Batam)