Tag Archives: Pendidikan

Mendikbud Terbitkan Aturan Melarang Perpeloncoan Terhadap Siswa Baru

Siswa SD pun sudah ada MOS. (sumber: sekolahdasar.net)
Siswa SD pun sudah ada MOS. (sumber: sekolahdasar.net)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan, di bawah kendali Anies Baswedan, melarang segala bentuk perpeloncoan terhadap siswa baru level SMP dan SMA/SMK melalui Peraturan Mendikbud No 18 Tahun 2016.

Para siswa baru tidak boleh disuruh membawa atribut aneh-aneh sebagaimana biasa terjadi pada kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) atau biasa juga disebut Opspek. Jenis kegiatan dalam MOS wajib disampaikan kepada orangtua/wali murid.
Continue reading Mendikbud Terbitkan Aturan Melarang Perpeloncoan Terhadap Siswa Baru

Selamat Jalan Sang Penakluk

HANYA sehari jelang tutup tahun 2009, Sang Khalik memanggil pulang “Sang Penakluk”. Abdurrahman Wahid alias Gus

Gus Dur
Gus Dur

Dur, tutup usia pada pukul 18.45 WIB di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu 30 November  2009.

Menurut situs Wikipedia, Gus Dur terlahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. “Addakhil” berarti “Sang Penakluk”. Tak diragukan lagi, pria kelahiran Jombang, 4 Agustus 1940 ini adalah sosok luar biasa dan sangat dihormati di negeri ini, bahkan di level internasional. Berbagai penghargaan dari masyarakat internasional menjadi bukti perjuangannya.

Kebesaran nama Gus Dur bukan lantaran dia pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001) atau karena dia pernah menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Namanya harum karena selalu berpihak kepada pihak yang lemah dan teraniaya. Dia adalah tokoh bangsa yang terus mendorong dialog antaragama. Bahkan menimbulkan kontroversi karena pernah menerima undangan mengunjungi Israel pada Oktober 1994.

Dia juga dikenal sebagai sosok yang tak pernah berhenti memperjuangkan hak asasi manusia (HAM). Gus Dur memiliki keberanian luar biasa dalam membela kaum minoritas. Gus Dur berjuang bagi kaum minoritas melalui berbagai aras. Dia tak pernah berhenti mengkritik praktik politik di masa Orde Baru hingga sekarang.

Gus Dur adalah sosok yang luar biasa. Dia memiliki keterbatasan dalam penglihatan, namun hatinya dapat melihat dengan terang aneka ketidakadilan yang dihadapi masyarakat. Dia tak pernah berhenti memperjuangkan hal itu hingga akhir hayatnya. Satu yang paling dikenang adalah ketika dia membela umat beragama Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-hak mereka yang terpasung selama era Orde Baru. Dia ditahbiskan sebagai “Bapak Tionghoa” atas perjuangan itu. Dia menentang keras rancangan undang-undang (RUU) Anti Pornoaksi dan Pornografi yang juga ditolak berbagai kalangan di negeri ini.

Gus Dur telah wafat, namun kiprahnya terus berlanjut sampai hari ini, melalui The Wahid Institute yang dipimpin putrinya, Yenny Zannuba Wahid. Institusi ini baru saja meluncurkan laporan Kebebasan Beragama dan Kehidupan Keagamaan 2009, hasil monitoring di 11 wilayah di Indonesia, antara lain di Provinsi Banten, NTB, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Hasil monitoring itu mendapati ratusan kasus pelanggaran HAM dan tindakan intoleransi oleh negara melalui fatwa-fatwa yang menghambat kebebasan beragama di Indonesia. Wahid Institute membeberkan berbagai peraturan daerah (perda) yang bernuansa agama tertentu, misalnya qanun jinayah ataupun perda soal zakat di beberapa daerah dan hampir 100 kasus tindakan intolensi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat.

Mungkin Gus Dur bukan seorang penakluk sebagaimana nama lahirnya. Namun dia adalah seorang pejuang tak kenal lelah. Sosok yang memiliki semangat, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan berekpresi, persamaan hak, semangat keberagaman, dan demokrasi di Indonesia.

Selamat jalan Gus Dur. Namamu selalu harum dan akan terus dikenang. Kami hanya bisa berharap, semoga akan lahir seorang Gus Dur yang baru guna melanjutkan perjuangan tiada akhir dari “Sang Penakluk”.(*)

Kejahatan Remaja di Manado

TENTU saja kita terhenyak ketika mendapatkan fakta bahwa belasan remaja di Kota Manado tidak sekadar nakal, tetapi telah membentuk sindikat kejahatan dan melakukan berbagai aksi pencurian di rumah warga.

Kejahatan belasan remaja pria itu terungkap setelah seorang di antara kelompok itu mengalami “kecelakaan kerja” saat menjalankan aksinya di rumah warga, Perumahan Malalayang Indah, Lingkungan I, Malalayang, Kota Manado. (Tribun Manado, 5/10/2009).

Jari manis remaja yang masih berusia 18 tahun itu tersangkut di pagar besi karena mengenakan cincin. Panik karena aksinya bersama rekan-rekannya ketahuan pemilik rumah, remaja itu pun menarik paksa tangannya hingga jarinya terputus dan tertinggal di tempat kejadian perkara.

Kejahatan oleh kalangan remaja sangat berbahaya bila kita gagal mencegahnya sejak sekarang. Kali ini mereka hanya mencuri dan kabur ketika ketahuan. Tapi lain kali, bisa saja mereka bertindak nekat bahkan secara sadis menghabisi korbannya bila merasa terdesak. Dan siapa saja bisa menjadi korban keganasan kelompok kejahatan tersebut.

Dalam amatan kami, ketika matahari mulai terbenam hingga larut malam, banyak remaja dan muda- mudi di Kota Manado “berkeliaran” di berbagai sudut kota. Tidak sedikit di antara mereka menebar bau alkohol dari mulut dan tubuhnya. Belum lagi mereka yang teler oleh narkotika dan obat-obatan terlarang. Mungkin ini merupakan satu di antara pemicu para remaja terjerumus dalam tindakan kejahatan.

Polisi membekuk remaja itu bersama seorang rekannya ketika sedang menjalani perawatan di RS Prof Kandouw. Polisi juga berhasil meringkus beberapa rekan para pelaku yang tergabung dalam satu kelompok. (Tribun Manado, 6/10/2009).

Kami angkat jempol untuk petugas kepolisian yang berhasil mengungkap kasus ini hanya beberapa jam setelah kejadian, serta mampu membongkar sindikat kejahatan yang melibatkan belasan remaja. Namun, kami menduga masih ada pelaku lainnya serta otak di balik kelompok kejahatan tersebut. Sebab, berdasar penyelidikan polisi, ternyata kelompok tersebut sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian.

Kejahatan oleh kelompok remaja tersebut merupakan persoalan sangat serius. Menggambarkan bahwa ada kelompok generasi penerus di kota ini yang tidak sekadar nakal, tetapi mereka telah menjelma menjadi para pelaku kejahatan serius!

Tanpa bermaksud menyalahkan pihak manapun, namun kami melihat adanya proses pembiaran oleh orangtua para pelaku kejahatan tersebut. Model pembinaan seperti apa yang selama ini diberikan terhadap anak-anak mereka? Apakah anak-anak itu sekadar dilahirkan lalu dibiarkan bertumbuh mengikuti liarnya lingkungan pergaulan mereka sehari-hari?

Selain orangtua masing-masing, persoalan ini menjadi tanggungjawab kita semua. Pemerintah, para guru, dosen, pendeta, imam, polisi, media massa, dan sebagainya. Mari kita sama-sama, bahu-membahu menyelesaikan persoalan ini. Apalagi kejahatan itu dilakukan oleh para remaja, anak-anak kita sendiri.

Jangan sampai Manado yang sangat terkenal sebagai kota yang diberkati, berganti rupa menjadi kota yang kacau-balau, penuh dengan aksi kekerasan dan kejahatan terorganisir. Apalagi kota ini sedang mengampanyekan diri sebagai kota pariwisata dunia tahun 2010. Wisatawan mana yang sudi berkunjung ke daerah yang angka kriminalitasnya tinggi?(*)

Paradigma Sekolah Unggulan Perlu Diubah

PENERIMAAN siswa baru atau PSB dibuka sejak 2 Juli 2007 kemarin. Banyak orangtua menyerbu sekolah-sekolah unggulan untuk mendaftarkan anak-anak mereka. Mereka berharap, dengan mendaftarkan anak-anaknya di sekolah unggulan maka prestasi anak-anaknya pun bisa moncer. Sayang, banyak calon murid yang ditolak sekolah-sekolah unggulan karena tidak masuk kriteria yang ditetapkan sekolah bersangkutan.

Maaf, sekolah unggulan hanya untuk murid dengan kemampuan akademik dan prestasi di atas rata-rata. Dalam rekrutmen siswa, sekolah-sekolah unggulan hanya mau menerima calon siswa yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Prinsipnya, sekolah unggulan ya harus memilih murid-murid yang unggul pula.

Lagipula, fasilitas penunjang pendidikan di sekolah unggulan pun biasanya lengkap. Ini sangat membantu para guru dalam menyampaikan ilmu yang diajarkan. Fasilitas yang lengkap juga sedikit banyak membantu meningkatkan daya serap ilmu pengetahuan oleh siswa.

Akhirnya, di akhir tahun ajaran, murid-murid dari sekolah unggulan lah yang keluar sebagai para peraih nilai tertinggi. Nilai mereka jauh di atas nilai rata-rata murid pada umumnya. Prestasi mereka pun mentereng. Pada akhirnya, murid-murid dari sekolah unggulan itu pula yang lebih mudah mengakses tingkat pendidikan tinggi yang lebih baik. Mereka juga lebih mudah mengakses pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

Continue reading Paradigma Sekolah Unggulan Perlu Diubah