Gareth Bale, satu-satunya pemain non Liga Inggris di skuad Wales saat menghadapi Belgia di perempat final Piala Eropa 2016. (REUTERS/Susana Vera)

Wales vs Belgia, 70 Persen Pemain Merumput di Liga Inggris

Para pemain Wales merayakan gol kedua yang dicetak Hal Robson-Kanu ke gawang Belgia. (Getty Images via thesun)
Para pemain Wales merayakan gol kedua yang dicetak Hal Robson-Kanu ke gawang Belgia. (Getty Images via thesun)

MAYORITAS pemain Wales dan Belgia yang berlaga perempat final Piala Eropa 2016 merumput di Liga Primer Inggris. Dari 28 pemain yang diturunkan kedua pelatih, 19 pemain (68 persen) berasal dari klub-klub Inggris.

Sementara seluruh 46 pemain dari kedua tim, 32 di antaranya (70 persen) membela klub-klub Inggris. Sehingga pertandingan kedua tim seperti menyaksikan Liga Primer Inggris tetapi dilaksanakan di Prancis.

Terutama Wales. Hampir seluruh pemain yang diturunkan Chris Coleman membela klub-klub Liga Inggris. Satu-satunya pemain yang bukan dari klub Inggris adalah Gareth Bale (Real Madrid/La Liga). Itupun, pemain termahal di dunia ini dibesarkan oleh klub Inggris Tottenham Hotspur. Sementara di skuad Belgia, enam dari 14 pemain yang diturunkan pelatih Marc Wilmots bermain di Liga Inggris.

Jika melihat seisi skuad (23 pemain), Wales hanya menyertakan dua pemain dari luar klub Inggris, yakni penjaga gawang Owain Fôn Williams (Inverness/Skotlandia) dan Gareth Bale (Real Madrid/Spanyol). Sementara di skuad Belgia 12 pemain membela klub di berbagai negara dan 11 pemain merumput di Inggris.

Gareth Bale, satu-satunya pemain non Liga Inggris di skuad Wales saat menghadapi Belgia di perempat final Piala Eropa 2016. (REUTERS/Susana Vera)
Gareth Bale, satu-satunya pemain non Liga Inggris di skuad Wales saat menghadapi Belgia di perempat final Piala Eropa 2016. (REUTERS/Susana Vera)

Seperti diketahui, Wales menang 3-1 dalam laga perempat final Euro 2016 di Stade Pierre-Mauroy, Lille, 2 Juli 2016, untuk lolos ke semi final. Wales akan berhadapan dengan Portugal di fase ini.

Seandainya Britania Raya hanya boleh mengirim satu tim, maka skuad Wales lah yang paling pantas mewakili. Dari tiga tim yang lolos ke putaran final Euro 2016, hanya Wales yang menembus babak semi final. Inggris dan Irlandia Utara hanya mencapai 16 besar. Inggris kalah 1-2 dari Islandia, sementara Irlandia Utara justru disingkirkan saudara sendiri (Wales) dengan skor 1-0. Satu tim lagi dari wilayah Britania Raya, yakni Republik Irlandia (pernah menjadi bagian dari Britania Raya) juga tertahan di 16 besar setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Prancis.

Inggris kalah mental

Mengapa Liga Inggris sebagai penyetor pemain terbanyak untuk Wales dan Belgia tetapi tim nasional Inggris sendiri justru kalah bersinar dan tersingkir lebih awal? Bahkan The Dragons (sebutan tim Wales) sebagai debutan di Euro 2016, lebih Inggris dari The Three Lions (sebutan tim Inggris) yang lebih berpengalaman.

Banyak analisis menyebutkan bahwa Wales lebih memiliki kekuatan mental dibandingkan Inggris. Gareth Bale dkk mampu bangkit dari ketertinggalan 1-0 untuk keluar sebagai pemenang (3-1) atas Belgia. Sementara mental para pemain Inggris dinilai lemah. Lebih dulu unggul 1-0 atas Islandia, mental mereka justru hancur dan frustasi ketika lawan menyamakan skor kemudian unggul 2-1.

Eks Kapten Inggris, Steven Gerrard, memberi sebuah penjelasan masuk akal dan tentu berdasarkan pengalamannya membela The Three Lions. Menurut Gerrard, gagalnya Inggris di fase 16 besar lantaran lemahnya pengambilan keputusan dan ketidakmampuan menyikapi sebuah peristiwa yang terjadi dan kesalahan-kesalahan masa lalu yang terus berulang.

Menurut Gerrard, keadaan tertinggal langsung menjadi beban pikiran para pemain. Mereka sangat khawatir atau terlalu terbebani atas konsekuensi jika mereka kalah dibandingkan berpikir bagaimana berkonsentrasi terhadap jalannya permainan. Ini juga dipengaruhi oleh sikap pers dan para pengamat di Inggris. Pers dan pengamat sepakbola Inggris sering memberi pujian berlebihan terhadap para pemain jika menang, sebaliknya mengkritik tanpa ampun bila kalah.

Sepanjang keikutsertaannya di Piala Eropa, The Three Lion baru belum pernah juara. Mereka hanya sekali menjadi juara turnamen besar, yakni Piala Dunia 1966 ketika menjadi tuan rumah. 

Melihat begitu banyak pemain klub Inggris di skuad Wales, bila Wales mampu melangkah hingga final, apalagi menjadi juara, maka Inggris boleh ikut berbangga dan kalau perlu ikut merayakannya. (*)

Daftar pemain Wales dan Belgia yang diturunkan dalam laga perempat final Euro 2016 Prancis.

WALES
Wayne Hennessey (Crystal Palace)
James Chester (West Brom)
Ashley Williams (Swansea)
Ben Davies (Tottenham)
Chris Gunter (Reading)
Joe Allen (Liverpool)
Aaron Ramsey (Arsenal)
Joe Ledley (Crystal Palace)
Neil Taylor (Swansea)
Gareth Bale (Real Madrid/Spanyol)
Hal Robson-Kanu (Reading)

Pemain pengganti
Andy King (Leicester)
Sam Vokes (Burnley)
James Collins (West Ham)

Skuad lengkap Wales klik di SINI

BELGIA
Thibaut Courtois (Chelsea)
Jordan Lukaku (Oostende/Belgia)
Toby Alderweireld (Tottenham)
Jason Denayer (Galatasaray/Turki)
Thomas Meunier (Club Brugge/Belgia)
Kevin de Bruyne (Man. City)
Eden Hazard (Chelsea)
Radja Nainggolan (AS Roma/Italia)
Axel Witsel (Zenit/Rusia)
Yannick Ferreira-Carrasco (Atletico/Spanyol)
Romelu Lukaku (Everton)

Pemain pengganti
Marouane Fellaini (Man United)
Dries Mertens (Napoli/Italia)
Michy Batshuayi (Marseille/Prancis)

Skuad lengkap Belgia klik di SINI